Ingin Tahu Flora dan Fauna Khas Indonesia, Bisa Lihat di Pecahan Uang Rupiah

sumber: tempo.co

info.hallobanua.com - Setiap uang pecahan yang dicetak Bank Indonesia (BI) selalu menampilkan kebanggaan Indonesia itu sendiri.

Mulai dari menampilkan flora dan fauna atau pahlawanan. Artinya, pemerintah tak ingin nilai rupiah itu hanya sekedar alat tukar semata namun juga memiliki arti sesungguhnya yang bisa dipelajari olah masyarakat Indonesia.

Dalam seri flora dan fauna, pemerintah mensosialisasikan binatang-binatang dan tumbuhan yang menjadi ciri khas Indonesia, bahkan di antaranya merupakan hewan langka dan perlu dilindungi bersama melalui cetakan uang rupiah. Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia, berikut flora dan fauna yang terdapat pada uang rupiah.

Fauna pada uang rupiah

Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih terdapat pada uang pecahan koin Rp. 200. Pertama kali dicetak pada tahun emisi 1945 dan pada 1959 ditampilkan juga pada pecahan Rp. 1000 dan pecahan Rp. 2000 uang kertas. Namun ditarik kembali

Pertama kali dicetak pada tahun emisi 1945 dengan pecahan Rp 200 untuk uang koin, tahun 1959 dicetak pecahan Rp 1.000 dan pecahan Rp 2.000 untuk uang kertas. Namun uang ini ditarik pada tahun 1966.

Burung Goura Victoria (Burung Mambruk)

Burung ini terdapat pada uang koin Rp 25 emisi dan pecahan uang kertas Rp 100 pada 1984.

Dara Mahkota Viktoria (Goura victoria) adalah burung dara yang besar berwana abu-abu kebiruan dengan jambul yang seperti renda dengan biru elegan. Bbagian dada berwarna maroon dan mata yang berwarna merah, paling khas adalah mahkota seperti kipas dengan ujung putih di kepalanya. Jenis ini adalah bagian dari tiga gen yang sangat besar, dan mereka berasal dari bagian Papua.

Burung itu dikategorikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora Appendix II atau burung yang terancam punah. Jadi, mambruk victoria adalah burung dilindungi oleh undang-undang.

Burung Jalak bali

Burung Jalak Bali ditampilkan pada uang rupiah Rp 200 yang dikeluarkan pada tahun emisi 2003. Jalak Bali adalah salah satu jenis burung khas Indonesia yang hanya dapat ditemukan di bagian barat Pulau Bali. Pada tahun 1991 Jalak Bali dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Saat ini, keberadaannya dilindungi oleh Undang-Undang karena terancam punah.

Burung Kepodang

Burung Kepodang berasal dari daratan Cina yang kemudian menyebar hingga Indonesia. Burung ini dipercaya sebagai salah satu maskot kota jawa tengah yang terdapat pada pecahan uang Rp 50 tahun emisi 1999. Burung Kepodang hidup di hutan-hutan daerah tropis yang banyak tersebar di wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, jenis burung ini banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara

Burung Kakaktua Raja

Kakatua Raja merupakan salah satu jenis burung kakatua terbesar di Indonesia dengan tinggi mencapai 60 cm. Burung asli Indonesia ini mendiami sebagian besar wilayah Papua. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan Kakatua Raja sebagai salah satu burung yang dilindungi untuk menjaganya dari perburuan liar dan kepunahan.​​ Burung Kakaktua raja terdapat pada uang pecahan Rp. 100 tahun emisi 2003.

Flora pada uang rupiah

Anggrek Hitam

Bunga anggrek hitam terdapat pada bagian belakang Rp. 20.000, tahun emisi 2016. Bunga Anggrek Hitam merupakan flora endemik yang langka dari Papua, karena tergolong sulit untuk dikembangkan.

Bunga Anggrek Bulan

Bunga Anggrek Bulan merupakan salah satu bunga nasional Indonesia yang pertama kali ditemukan oleh ahli Botani Belanda, bernama Carl Ludwig Blume.​​ Bunga ini ditampilkan pada bagian belakang uang Rp 100.000 tahun emisi 2016.

Bunga Jepun Bali

Bunga Jepun Bali atau dikenal juga sebagai Bunga Kamboja, biasa digunakan untuk menunjukan kesucian hati dalam setiap upacara keagamaan umat Hindu di Bali. Bunga ini ditampilkan pada bagian belakang uang Rp 50.000 tahun emisi 2016.

Bunga Cempaka Hutan Kasar

Bunga Cempaka Hutan Kasar adalah flora identitas Sulawesi Barat dan pohonnya dapat tumbuh hingga 45 meter. Bunga ini ditampilkan pada uang Rp 10.000 tahun emisi 2016.

Bunga Sedap Malam

Bunga Sedap Malam sejak lama digunakan oleh masyarakat Asmat sebagai bahan pembuatan minyak wewangian. Bunga ini ditampilkan pada uang pecahan Rp 5.000 tahun emisi 2016.

Bunga Jeumpa

Bunga Jeumpa adalah flora maskot dari Aceh yang menjadi simbol keindahan.​ Terdapat pada uang pecahan Rp 2.000 tahun emisi 2016.

Bunga Anggrek Larat

Bunga Anggrek Larat merupakan tanaman endemik Maluku dan menjadi salah satu bunga identitas Indonesia. Terdapat pada uang pecahan Rp. 1000 tahun emisi 2016.

Kelapa Sawit

Indonesia adalah salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1848. Saat ini kelapa sawit mulai dilihat memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Kelapa sawit ditampilkan sebagai ikon pecahan uang koin Rp 1.000 tahun emisi 1993.

Bunga Melati Putih

Bunga melati putih merupakan lambang kesucian dan kemurnian. Bunga melati juga seringkali dikaitkan dengan banyak tradisi dari berbagai suku di Indonesia, contohnya sebagai bunga yang harus dikenakan oleh pengantin dalam berbagai upacara pernikahan. Pada pecahan uang koin Rp 500 tahun emisi 2003.

Dengan mengenal beberapa flora dan fauna Indonesia melaluipecahan uang rupiah, seharusnya juga bisa mengangkat rasa nasionalisme untuk ikut dalam menjaga dan melestarikan flora dan fauna yang terancam punah

Mahlan / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya