Disikat Thailand, Indonesia Merasakan Kekalahan Terbesar di Final Piala AFF

sumber: detik.com

info.hallobanua.com - Indonesia disikat Thailand empat gol tanpa balas di leg pertama Final Piala AFF 2020. Ini menjadi final dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah turnamen paling akbar di Asia Tenggara tersebut.

Indonesia tak berdaya di hadapan Thailand dalam laga yang dihelat di National Stadium, Rabu (29/12/2021) malam tersebut. Chanathip Songkrasin sudah membuka keunggulan skuad War Elephants lewat tembakan kerasnya di menit ke-2.

Di babak kedua, pertahanan Indonesia semakin habis dipermainkan Thailand. Chanathip berhasil mencetak gol keduanya di menit ke-52, disusul gol Supachok Sarachart (67') dan Bordin Phala (83'). Indonesia tak bisa mencetak satu gol pun dan harus mengakui kekalahan di akhir laga.

Sejak Piala AFF pertama kali digelar pada 1996 (dikenal dengan nama Piala Tiger), laga Indonesia vs Thailand kali ini menjadi partai final dengan selisih gol paling telak. Sebelumnya, paling jauh hanya berbeda tiga gol saja.

Hal itu pernah terjadi dua kali, tepatnya di final Piala AFF 2000 dan 2010. Pada edisi 2000, final hanya dimainkan satu kali, dan Thailand berhasil menjadi juara usai menundukkan Indonesia 4-1.

Sepuluh tahun berselang, Indonesia kembali disikat, kali ini oleh Malaysia. Dalam laga final leg pertama yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Irfan Bachdim dkk kalah telak 0-3.

Pada leg kedua, skuad Garuda hanya bisa membalas lewat kemenangan 2-1. Hal itu jelas tak cukup, sebab skor agregat 4-2 membuat Harimau Malaya meraih gelar AFF pertamanya.

Sepanjang sejarah Piala AFF pula, baru sekali ada tim yang berhasil menjadi juara setelah kalah di final leg pertama, yaitu Thailand yang mampu melakukannya di Piala AFF 2016.

Melawan Indonesia, Thailand sempat kalah 1-2 di Stadion Pakansari pada 14 Desember 2016. Namun tiga hari berselang, Teerasil Dangda dkk menang 2-0 di Bangkok, sekaligus meraih gelar AFF kelima sepanjang sejarah.

Indonesia masih punya peluang untuk menjuarai Piala AFF 2020. Syaratnya satu, yakni menang dengan selisih minimal lima gol di leg kedua. Berat? Jelas, namun segalanya masih mungkin dalam 90 menit berikutnya.

Mahlan / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya