Ditemukan! Anggrek Yang Sangat Jelek Sampai Kerabat Dekat Bluberry di Papua

sumber: detik.com

info.hallobanua.com - Bunga anggrek apa yang sering traveler bayangkan? Apakah yang indah, berwarna-warni, atau berbentuk bagus? Memang, anggrek sering dianggap indah, halus, dan semarak bentuknya. Namun, tetapi tanaman yang baru diidentifikasi ini mungkin saja mampu mengubah pemikiran Anda.

Adalah Gastrodia agnicellus, diberi label sebagai anggrek paling jelek di dunia. Inilah tumbuhan dan jamur yang baru dideskripsikan di tahun ini, demikian diumumkan para peneliti dari Royal Botanic Gardens, Kew (RBG Kew) seperti diberitakan CNN, Jumat (1/1/2021).

Anggrek ini berasal dari Madagaskar. Tidak memiliki daun, tumbuh dari batang umbi berbulu, dan tumbuhan ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah, muncul hanya untuk berbunga atau menghasilkan buah.

"Ini tidak terlalu menarik, harus saya katakan, itu tampak berdaging, merah di bagian dalam dan cokelat di luarnya," kata Johan Hermans, peneliti anggrek di balik penemuan itu. Ia mengatakan bahwa mungkin sebagian orang akan menganggapnya cantik.

"Kami pertama kali melihatnya di sebuah cangkang biji. Beberapa tahun kemudian kami kembali dan mencari di area yang sama, mencoba menemukan bunga cokelat di serasah daun cokelat, dan akhirnya kami menemukannya," ujar Hermans, seorang peneliti kehormatan.

"Itu semacam tersembunyi di pangkal pohon, dan Anda harus membuang daunnya untuk menemukan di mana tanaman itu berada," dia menambahkan.

Para peneliti mengira bahwa tanaman anggrek yang tampak aneh itu mungkin berbau seperti daging busuk, seperti yang ada pada beberapa anggrek yang diserbuki oleh lalat.

Tapi sebaliknya, anggrek mengejutkan mereka ini beraroma harum, bak aroma mawar. "Bau yang menyenangkan, sitrus," kata Hermans.

"Anggrek ini memiliki siklus hidup yang luar biasa. Ia memiliki umbi berbulu di tanah, tidak ada daun, dan bunganya sedikit muncul di bawah serasah daun," jelas dia.

"Ia hanya membuka sedikit kelopaknya, ia dibuahi dan berbiji seperti buah-buahan. Dahannya panjang setinggi sekitar 20 centimeter, kemudian ia membuka dan mendistribusikan benih," urai dia.

Sekitar 156 tanaman dan jamur di seluruh dunia ditemukan dan diberi nama secara resmi oleh RBG Kew dan mitranya pada tahun 2020. Di dalamnya termasuk semak berdaun bersisik dari selatan Namibia, kerabat blueberry yang ditemukan di Papua, dan varietas baru kembang sepatu ditemukan di Australia.

Tetapi beberapa dari tanaman ini sudah terancam punah karena ancaman terhadap habitat mereka. Sekitar 40% spesies tanaman dunia terancam punah, kata RBG Kew awal tahun ini.

Kepunahan didorong oleh melonjaknya laju deforestasi, emisi global dan perubahan iklim, ancaman yang ditimbulkan oleh patogen baru dan spesies nonpribumi serta perdagangan ilegal tanaman.

Kepunahan massal keenam yang disebabkan oleh manusia sedang berlangsung. Para ahli mengatakan itu terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Satu juta dari delapan juta spesies di planet ini terancam punah oleh manusia. Komite PBB memperingatkan tahun lalu dan menambahkan bahwa diperlukan perubahan transformatif untuk menyelamatkan planet ini, termasuk si anggrek jelek ini.

Mahlan / may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya