The House of Rothschild, Film Drama Awal Dinasti Rothschild

sumber: cnnindonesia.com

info.hallobanua.com - Keluarga Rothschild yang legendaris bukan hanya terukir kisahnya dalam banyak buku juga publikasi, melainkan juga dalam bentuk gambar bergerak. Film The House of Rothschild (1934) adalah salah satu referensi teratas kala membahas soal keluarga tersebut.

Film era pre-code Hollywood ini ditulis oleh Nunnally Johnson berdasarkan pementasan karya George Hembert Westley. Filmnya kemudian diarahkan oleh Alfred L Werker dan dibantu oleh Maude T Howell.

The House of Rothschild merupakan film yang mengisahkan kerajaan keuangan Rothschild yang didirikan Mayer Rothschild dan dilanjutkan kelima putranya.

Kisah film ini dimulai pada 1780 di Frankfurt, Prussia. Terdapat sepasang suami istri, yakni Mayer Amschel Rothschild dan istrinya, Guttle Schnapper.

Suatu hari, anak mereka melihat petugas pajak datang ke rumah mereka. Mayer dan Guttle bergegas menyembunyikan kekayaan mereka, termasuk mata uang dan perak.

Petugas pajak tersebut berhasil menemukan dan menyita sejumlah harta Mayer yang tersimpan di ruang bawah tanah. Namun, harta tersebut tidak cukup untuk menutupi tagihan yang harus dibayar Mayer.

Mayer lalu memberikan 5.000 gulden kepada petugas pajak untuk menurunkan jumlah tagihan pajaknya. Namun, seorang kurir yang membawa 10.000 gulden milik Mayer dicegat dan uang yang ia bawa disita oleh petugas pajak.

Tak lama setelah kejadian itu, Mayer meninggal. Sebelum meninggal, Mayer menasehati kelima putranya untuk memulai bisnis perbankan di berbagai negara tetapi tetap bersatu.

Kelima putra Mayer lalu memulai perbankan di berbagai tempat. Amschel di Frankfurt, Salomon di Vienna, Nathan dan London, Carl di Roma, dan James di Paris. Dengan cara itu, mereka dapat menghindari keharusan untuk mengirim emas secara bolak-balik.

Tiga puluh dua tahun kemudian, kelima putra Mayer mendirikan sejumlah perbankan yang kemudian mulai menanamkan pengaruh mereka ke berbagai pemerintahan melalui pinjaman-pinjaman dana.

Kini, Rothschild merupakan salah satu klan keluarga Yahudi terkaya di dunia. Keluarga ini masuk dalam dinasti perbankan Eropa dan memiliki kekayaan US$350 miliar atau setara Rp5.035 triliun.

Kala dirilis, The House of Rothschild yang masih hitam-putih ini berhasil mengumpulkan pendapatan box office sebesar US$1 juta. Selain itu, berbagai pujian datang untuk film ini.

"Sebuah film yang layak mendapatkan kritikan penuh hormat dan salah satu yang menghibur sepanjang film berjalan," tulis Hollywood Reporter.

"Gambaran yang bagus tentang semua hal dalam akting, penulisan, dan penyutradaraan," tulis Variety.

Film itu juga mendapat sejumlah penghargaan, termasuk menjadi hit terbesar pada tahun penayangannya untuk Twentieth Century Pictures. Film itu juga dinominasikan untuk Academy Award untuk Best Picture.

Meski begitu, film ini juga menuai kontroversi. Sebuah adegan dari The House of Rothschild juga digunakan dalam film propaganda anti semitisme Jerman The Eternal Jew (1940), meski tanpa izin dari pemegang hak cipta. Selain itu, sejumlah hal dalam film ini disebut berbeda dari kenyataan.

Mahlan / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya