Berwisata ke 5 Tempat Wisata Tertua di Indonesia, Ada yang Sejak Zaman Belanda

sumber: tempo.co

info.hallobanua.com - Beragam tempat wisata baru yang kekinian terus bermunculan seiring perkembangan zaman. Misalnya tempat yang banyak menyediakan spot untuk berfoto atau pengalaman makan di ketinggian. Namun tempat wisata lama yang legendaris tetap punya tempat di hati para wisatawan.

Sejak sebelum merdeka, Indonesia bahkan sudah memiliki tempat wisata yang bisa dikunjungi. Berikut daftar tempat wisata tertua di Indonesia:

Taman Margasatwa Ragunan

Destinasi wisata favorit di ibu kota ini didirikan pada 19 September 1864 di Batavia (kini Jakarta) dengan nama “Planten en Dierentuin”. Tempat itu pertama kali dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia). Lokasinya berada di kawasan Cikini yang merupakan lahan hibah dari Raden Saleh.

Pada 1964, proses pemindahan kebun binatang dari Cikini ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu dilakukan. Kebun Binatang Ragunan dibuka secara resmi pada 22 Juni 1966 oleh Gubernur DKI Jakarta Mayor Jenderal Ali Sadikin dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Kini, di sana para pengunjung bisa menikmati ratusan koleksi flora dan fauna dan beragam atraksi wisata yang cocok untuk keluarga.

Taman Nasional Komodo

Taman nasional ini merupakan taman nasional tertua di Indonesia. Meskipun kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi pertama di Indonesia dengan status Cagar Alam pada 1889, namun hari jadinya ditetapkan pada 6 Maret 1980.

Berada di lahan seluas 2.000 kilometer persegi, Taman Nasional Komodo menawarkan beragam pengalaman menyenangkan. Mulai dari melihat langsung satwa endemik komodo, bermain di pantai hingga menyelam di alam bawah laut dengan pemandangan memukau.

Museum Radya Pustaka

Museum tertua di Indonesia ini didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890. Terletak di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari, bangunan ini menjadi bukti pentingnya pengarsipan bagi masyarakat Solo.

Secara etimologi, “radya” berarti pemerintah, sementara “pustaka” berarti surat. Tempat ini dulunya merupakan tempat penyimpanan surat-surat kerajaan. Seiring berjalannya waktu, yang disimpan di dalam tempat ini tidak hanya surat, tapi juga berbagai benda penting yang berhubungan dengan kerajaan. Tempat ini akhirnya diubah menjadi museum dengan beragam koleksi bersejarah.

Bandara Kemayoran

Bandara ini adalah bandara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Landasan Bandara Kemayoran mulai dibangun pada 1934 oleh pemerintah kolonial Belanda dan diresmikan tanggal 8 Juli 1940 sebagai lapangan terbang internasional.

Kini, lahan bekas Bandara Kemayoran berubah menjadi kompleks Pekan Raya Jakarta dan Kotabaru Kemayoran. Lokasi itu kini sering dimanfaatkan sebagai tempat beragam acara, seperti Hari Ulang Tahun Jakarta.

Sarinah

Sarinah adalah pusat perbelanjaan pertama di Indonesia. Gedung ini mulai dibangun pada 1963 dan diresmikan pada 1967 oleh Soekarno. Nama Sarinah sendiri merupakan nama pengasuh Soekarno di masa kecil.

Gedungnya juga merupakan gedung pencakar langit pertama di Jakarta. Tingginya mencapai 74 meter dengan 15 lantai. Saat ini, Sarinah sedang direvitalisasi dan rencananya akan kembali dibuka pada Maret 2022. Nantinya tempat ini akan menjadi tempat wisata di ibu kota yang mempromosikan produk UMKM dan budaya.

Mahlan / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya