Timbulkan Bahaya, Api Pintu Neraka Bakal Dipadamkan

sumber: detik.com

info.hallobanua.com - Pemerintah Turkmenistan akan menutup destinasi wisata Pintu Neraka yang hits. Ini untuk meminimalisir dampak negatif bagi lingkungan dan manusia.

Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov mengatakan pada Sabtu (8/1/2022) bahwa ia ingin memadamkan api di kawah gas alam Darvaza. Situs ini merupakan objek wisata populer di Asia Tengah dan dikenal sebagai Pintu Neraka (Gates of Hell).

Berdymukhamedov muncul di televisi pemerintah dan memerintahkan pejabat pemerintah untuk memadamkan api, dengan alasan kerusakan ekologi dan masalah ekonomi.

"Kebakaran gas alam berdampak negatif baik terhadap lingkungan dan kesehatan orang-orang yang tinggal di dekatnya," kata dia dikutip dari DW, Minggu (9/1/2022).

Dalam kesempatan itu, Berdymukhamedov juga mengatakan bahwa negara kehilangan potensi sumber daya alam karena Pintu Neraka dijadikan tempat wisata.

"Kami kehilangan sumber daya alam yang berharga yang mana kami bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dan menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kami," ujarnya.

Pintu Neraka terletak sekitar 260 kilometer di utara ibu kota Turkmenistan, Ashgabat. Situs ini memiliki lebar 60 meter dengan kedalaman 20 meter.

Pintu Neraka ini pertama kali terbentuk pada 1971 ketika ahli geologi Soviet menabrak gua gas alam di Gurun Karakum. Hal itu menimbulkan gua runtuh.

Ahli geologi itu kemudian menyalakan api untuk mencegah penyebaran gas alam. Mulanya, ia berpikir bahwa api ini akan padam dalam waktu singkat.

Namun nyatanya, ia keliru. Puluhan tahun kemudian, api masih menyala di sana. Hingga akhirnya tempat itu dinamai Pintu Neraka.

Pada 2018, presiden sempat memerintahkan penggantian nama menjadi Shining of Karakum. Sebelumnya pada 2010, presiden juga memerintahkan agar api di Pintu Neraka dipadamkan. Sayangnya, upaya tersebut belum berhasil.

Mahlan / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya