Harga Mahal Invasi Ukraina bagi Dunia Olahraga Rusia

Sumber :  kompas.com

 Info.hallobanua.com - Kesuksesan strategis pasukan Rusia dalam invasi mereka ke Ukraina dibalas dalam bentuk pukulan demi pukulan yang negeri Vladimir Putin tersebut terima di dunia olahraga. Hingga Jumat (25/2/2022) malam WIB alias hari kedua invasi, media-media internasional melaporkan pasukan parasut dan pasukan khusus (VDV dan Spetsnaz) Rusia telah terlihat di pinggiran Kyiv.

 Konvoi tank serta peralatan berat Rusia pun dilaporkan berada dalam perjalanan ke ibu kota Ukraina tersebut. Perlawanan pasukan Ukraina gigih tetapi tampak tak cukup untk menghadapi buldozer yang merupakan tentara Rusia. Kesuksesan Rusia menggilas segala perlawanan di tanah Ukraina dibalas oleh negara-negara Barat di ranah lain. Sanksi ekonomi dan pencekalan terhadap bank-bank, oligark Rusia, serta aset-aset mereka menjadi salah satu instrumen utama. 

Sementara, dunia olahraga melawan balik dengan mencabut segala hak dan privilese Rusia sebagai tuan rumah event-event bergengsi. 

 Champions ke Perancis Perlawanan pertama datang saat UEFA mengumumkan sekitar pukul 17.00 WIB pada Jumat bahwa final Liga Champions 2022 akan dicabut dari Saint Petersburg dan dipindahkan ke Stade de France di Saint-Denis, Perancis.

  Beberapa jam setelah itu, dunia balap mobil pun satu hati dengan sepak bola. Formula 1 (F1) mengumumkan pembatalan GP Rusia di Sochi yang sedarinya dijadwalkan bergulir pada 23-25 September 2022. 

  Pengumuman serupa juga datang dari Euroleague (liga bola basket Eropa) dan EHF (federasi bola tangan Eropa) yang mengatakan bahwa tak boleh ada laga-laga yang dimainkan di Rusia.

Pertandingan basket antara CSKA Moskwa dan Barcelona yang dijadwalkan pada Ahad (27/2/2022) ini juga telah ditunda. 

Sementara, di sepak bola klub, klub Jerman Schalke 04 mencabut logo Gazprom dari jersey mereka tanpa menjelaskan lebih detail perihal kelanjutan sponsorship seniali 10 juta euro per musim tersebut. Manchester United juga menghentikan kerjasama dengan maskapai penerbangan Rusia Aeroflot yang telah terjalin sejak 2013. Pemerintahan Boris Johnson pun telah mencekal maskapai itu dari Inggris Raya setelah invasi ke Ukraina. 

Dari UEFA sendiri, Al Jazeera melaporkan bahwa badan tertinggi sepak bola Eropa itu akhirnya bertekad untuk menghentikan asosiasi dengan Gazprom, perusahaan energi raksasa Rusia yang bermarkas di Saint Petersburg. "UEFA diperkirakan mendapat 30 juta pound per tahun dari Gazprom. Tetapi, kini mereka mencari bantuan legal untuk keluar dari perjanjian tersebut," ujar reporter mereka, Will Dalton.

 Padahal, Gazprom, yang sebagian besar dimiliki oleh Pemerintah Rusia, terikat erat dengan politik sepak bola Eropa lewat sosok Alexander Valeryevich Dyuko. Pria berusia 57 tahun tersebut merupakan Chairman Gazprom Neft (anak perusahaan Gazprom yang bekerja di bidang minyak) yang juga menjadi presiden Federasi Sepak Bola Rusia pada 2019 dan terpilih kembali pada 2021.

  Dyuko juga pernah menjabat sebagai presiden Zenit pada 2008-2017 dan kini punya kedudukan penting di sepak bola Eropa setelah diangkat menjadi anggota Komite Eksekutif UEFA terhitung April 2021.

Terkhusus bagi kota Saint Petersburg, kerugian setelah pencabutan hak menjadi tuan rumah final Liga Champions ini diperkirakan akan berada di angka puluhan juta euro.

 Secara fundamental, efek ekonomi menjadi tuan rumah laga sepak bola paling bergengsi tersebut akan terkait dengan industri perhotelan, restoran, aktivitas turis, dan bidang jasa-jasa lain seperti keramah tamahan, keamanan, dan sponsorship.

  Dalam kasus final Liga Champions 2017 misalnya, pemerintah kota Cardiff memperkirakan dampak ekonomi bergulirnya laga Juventus vs Real Madrid ketika itu berada di sekitar 53 juta euro atau sekitar 856 miliar rupiah dalam pengeluaran langsung dan lain-lain di kota tersebut.

   Final Liga Champions tentu saja menjadi daya tarik besar bagi kota penyelenggara. Saat Cardiff menjadi tuan rumah, diperkirakan sekitar 200.000 orang hadir selama sepekan pertandingan.

Pemasukan bagi kota Cardiff setara dengan dampak finansial kota-kota lain yang menjadi tuan rumah Liga Champions. Roma merasakan dampak sebesar 45 juta euro pada final 2009 dan London sekitar 52 juta euro.
 Sementara, menurut beberapa studi, final 2014 antara dua tim Spanyol, Real Madrid dan Atletico Madrid, memberi dampak ekonomi sebesar 50 juta euro ke kota Lisbon, Portugal.

  Studi yang dikutip dari totalfootballanalysis itu menjabarkan sekitar 54 persen (27 juta euro) dampak finansial datang dari perhotelan, 22 persen (11 juta euro) dari katering, 7 persen (3,5 juta euro) dari aktivitas turisme, dan 17 (8,5 juta euro) persen ke jasa-jasa lain.

   Ribuan Protestor, Bukan Suporter Pada Jumat malam waktu setempat, ribuan orang juga memadati kota Saint Petersburg.
    Akan tetapi, mereka adalah warga setempat yang turun secara masif ke jalanan kota asal Vladimir Putin tersebut untuk memprotes perang yang terjadi.



"Saya tak punya kata-kata, sungguh menjijikan," ujar seorang wanita muda yang enggan disebutkan namanya di Saint Petersburg, seperti dikutip dari AL Jazeera.

 "Apa yang perlu dibilang? Kami merasa tak berdaya, sedih." "Ukraina bukan musuh kami! Rusia melawan perang!" ujar orang-orang dengna lantang.

Jauh di selatan Rusia, kota Sochi menatap tahun pertama mereka tanpa balapan Formula 1 sejak Autodrom Sochi menjadi tuan rumah GP Rusia pada 2014. Formula 1 tegas dalam pernyataannya membatalkan GP Rusia yang mengatakan kalau merkea "sedih dan shock" melihat perkembangan di Ukraina sehinga "tidak mungkin menggelar GP Rusia dalam situasi sekarang ini".

 Hal ini tentu kerugian besar bagi Sochi, kota pariwisata di tepi Laut Hitam yang kehilangan potensi pendatang mencapai hingga 125-150.000 orang sepanjang akhir pekan balapan Formula 1. Dampak ekonomi dari menjadi tuan rumah ajang balapan Formula 1 sangatlah besar,

 bahkan lebih masif dari Liga Champions. Sebagai contoh, studi oleh PriceWaterhouseCoopers menemukan bahwa GP Azerbaijan menciptakan peningkatan ekonomi sebesar 277 juta dolar atau 4 triliun rupiah antara 2016 dan 2017.


Sementara, GP Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) bahkan dibilang memberikan dampak ekonomi senilai 2,8 miliar dolar ke area kota Austin dan sekitarnya untuk periode 2012-2015.
 Sochi Autodrom sendiri dibuat dari dana pemerintah Rusia dengan dukungan kuat dari Vladimir Putin sehingga pembatalan ini pasti akan dirasakan langsung oleh sang presiden.
  Alhasil, Rusia dan Putin mungkin tengah memenangi perang di Ukraina. Namun, mereka tengah kalah telak di dunia dunia olahraga.


madee\may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya