Sinyal 3G di Indonesia Dimatikan, Pelanggan Untung atau Rugi?

sumber : Kompas.com

Info.hallobanua.com - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mematikan sinyal 3G di seluruh wilayah Indonesia.

 Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengungkapkan, alasan utama sinyal 3G harus dimatikan adalah karena jaringan 3G dinilai sudah lawas dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan 4G LTE.

 Misalnya, kecepatan 3G yang kurang maksimal, sinyalnya tidak stabil, dan kapasitas layanan yang kurang memadai. Lantas bila benar-benar dimatikan, apa saja keuntungan dan kerugian bagi pelanggan seluler di Indonesia?

 Dua pengamat telekomunikasi Indonesia,

 Moch S. Hendrowijono dan Ian Yoseph pun angkat bicara soal masalah ini.

Internet 4G bakal lebih cepat Menurut Ian Yoseph,

keuntungan utama yang bakal dirasakan pelanggan seluler di Indonesia pasca-jarjngan 3G dimatikan adalah pengalaman mengakses internet dengan jaringan 4G LTE yang lebih cepat lagi. "Kalau pelanggan memiliki perangkat 4G, maka (setelah 3G dimatikan) layanan 4G akan terasa lebih cepat dan kualitas layanannya lebih baik,

" kata Ian melalui pesan singkat kepada KompasTekno. Sepakat dengan Ian, Hendrowijono atau yang akrab disapa Hendro ini juga mengungkapkan hal serupa.

 Ia menjelaskan, selama ini, jaringan 3G dan 4G di Indonesia digelar pada spektrum frekuensi yang sama, yaitu 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2.100 GHz.

 Masing-masing operator memiliki lebar pita (bandwidth) yang berbeda-beda pada frekuensi tersebut untuk menggelar layanan 3G sekaligus 4G.

 Karena masih berbagi spektrum yang sama, layanan di jaringan 4G agaknya menjadi kurang optimal.

 "Bila 3G dimatikan, betul, layanan 4G secara teoritis akan lebih cepat bagi pelanggan 4G," kata Hendro.

madee/may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya