Ini Bentuk Perhatian Wali Kota Ibnu Sina, Terhadap Mendiang Maestro Bapandung Banjarmasin Abdussukur

 Pemko Banjarmasin melalui Staf Muda Walikota serahkan santunan kepada isteri mendiang Abdussukur

hallobanua.com, BANJARMASIN - Beberapa waktu lalu, dunia seni di Kota Banjarmasin dirundung berita duka.  Seniman Teater Tradisi Memanda dan Bapandung di Kota Seribu Sungai, Abdussukur MH, tutup usia pada Rabu, 6 April 2022 tadi. 

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun turut berdukacita cita sedalam-dalamnya atas wafatnya maestro Bapandung tersebut. 

"Semoga almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, diterima amal ibadah dan diampuni semua dosa-dosanya, serta diberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina beberapa waktu lalu. 

Semasa hidup beliau, sebagai bentuk apresiasi dari Pemko Banjarmasin, Wali Kota H Ibnu Sina juga turut memberikan piagam penghargaan kepada Abdussukur. 

Pemberian penghargaan kepada insan seni itu djberikan bertepatan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun 2020. 

Penghargaan layak diberikan kepada sang maestro lantaran kiprah dan peran beliau dalam hal kerjasama dibidang budaya dan sastra. 

Saat mengetahui kepergian Abdussukur, Pemko Banjarmasin pun melalui Staf Muda Wali Kota Banjarmasin Bidang Pendidikan, Seni dan Kebudayaan, Muhammad Budi Zakia Sani, Ibnu turut memberikan apresiasi kepada maestro Bapandung Banjar itu. 

Ibnu Sina Wali Kota Banjarmasin 2 periode juga Ketua DPD Demokrat Kalsel itu turut memberikan santunan kepada keluarga almarhum Abdussukur. 

Bantuan diberikan langsung Zaki bersama rekan seniman lainnya, saat berkunjung ke rumah mendiang di Jalan Ahmad Yani Kilometer 4,5, Komplek Bulan Mas, Gang 1, pada Rabu (06/04/22) kemarin. 

"Itu inisiatif Pak Wali. kebetulan beliau tidak ada di Banjarmasin saat itu, tengah dinas keluar kota.  Bantuannya berupa uang, supaya bisa lebih flexibel digunakan keluarga untuk kebutuhannya,"ungkap Zaki saat dihububgi hallobanua.com. 

Santunan itu pun diterima langsung sang istri almarhum, Halimatusa’diyah. 

Tidak hanya itu, menurut Zaki, secara ekonomi keluarga almarhum Abdussukur merupakan keluarga yang kekurangan. 

Maka dari itu, pihaknya juga berinisiatif bersama kawan-kawan seniman untuk mengumpulkan donasi. 

"Sudah ada pembicaraan. Tapi kami juga sempat berencana mengadakan semacam sebuah penampilan yang didedikasikan untuk almarhum. Ini masih berupa konsep," tuturnya. 

Zaki sempat menceritakan momen bersama Almarhum sebelum bulan Ramadan lalu. Ia mengaku sempat makan bersama dengan maestro Bapandung tersebut. 

"Saya sangat dekat dengan beliau. Dan beliau suka sekali makan bakso kawasan Cendana itu. Beliau sempat menelpon mengajak saya makan disana," katanya. 

Terakhir, Zaki mengatakan pemko siap untuk melestarikan kesenian di Banjarmasin, salah satunya sastra lisan bapandung. 

Seperti pada tahun 2018 lalu  yakni Program yang diinisiasi oleh Kementrian yang kemudian melahirkan komunitas Pamandungan di Banjarmasin yang dibidani oleh mendiang almarhum Abdussukur. 

"Kita berencana kembali merefresh, lagi teman-teman yang sudah mendapatkan ilmu kesenian Bapandung dari beliau,"pungkasnya. 

Penulis : rian akhmad/ may
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya