Perang Penting Industri Otomotif bagi Perekonomian Nasional


Siumber : Kompas.com

Info.hallobanua.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, industri otomotif mendapat perhatian lebih dari pemerintah lantaran masuk dalam jajaran sektor yang cuku penting. Menurut Airlangga, kontribusi industri otomotif di Tanah Air cukup besar yang sangat berdampak pada Gross Domestic Product (GDP) alias produk domestik bruto.

 "Industri otomotif mewakili atau berkontribusi 20 persen dari pada sektor non migas. Sementara non migas itu 18 persen dari total GDP kita. Dengan demikian, kontribusi tersebut sekitar Rp 700-an triliun dari sektor otomotif,"

 kata Airlangga, saat acara CEO Intimate Sharing Session dalam ajang IIMS Hybrid 2022, di Ballroom 3 Jakarta Internationl Expo, Kamis (31/3/2022).

Tak hanya itu, peran industri otomotif sendiri juga memiliki pengaruh yang besar untuk beragam hal lain yang cukup penting. Salah satunya dari sisi lapangan pekerjaan.

Airlangga mengatakan, sektor otomotif membuka lapangan pekerjaan dengan jumlah mencapai 5 juta secara keseluruhan, atau mencicipi sekitar 35 persen dari kue ekonomi.

 "Untuk lapangan kerja langsung dan tidak langsung itu 5 juta secara keseluruhan. Apalagi ada manufaktur, sales, after sales, sampai bisnis perbengkelannya. Bila kita lihat, sektor otomotif plus sektor perdagangan itu sebetulnya mendekati 35 persen dari kue ekonomi," 

ujar Airlangga. "Karena tidak ada perdagangan tanpa industri manufaktur, jadi tidak ada bengkel kalau industri bahan bakunya juga tidak ada, maka sektor otomotif ini sangat berpengaruh pada perekonomian nasional," lanjutnya.

 Terkait ajang IIMS Hybrid 2022, Airlangga mengatakan, menjadi sebuah acara yang cukup baik terutama bagi kelangsungan dari ekosistem otomotif, termasuk industrinya sendiri.

Apalagi secara kapastias, Indonesia sebenarnya masih sangat mencukupi lantaran sampai saat ini produksinya baru sekitar 1,1 juta unit sementara kapasitas terpasang mencapai 2 juta unit.

 "Pemerintah memang melihat dari basis sektoral, bila untuk sektor otomotif ini dilihat apa yang harus didorong agar 2 sampai 3 tahun ke depannya, Indonesia memiliki daya saing. Kita bisa mendorong lagi dari industri pendukung karena kapasitas produksinya masih bisa,"

 ujar Airlangga.



Madee/may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya