Polisi Tangkap Dua Pelajar Spesialis Pencurian Emas di Kupang


Sumber: merdeka.com

Info.hallobanua.com - Unit Buser Satreskrim Polres Kupang Kota kembali mengamankan dua orang pelaku jambret perhiasan emas. Dari tangan pelaku, polisi menyita emas serta beberapa barang bukti lain.

Dua orang spesialis pencurian dengan kekerasan (jambret) ini menyasar kalung emas diamankan di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang yang dipimpin Kanit Buser Polres Kupang Kota, Aiptu Morits Seran.

Dua pelaku yang diamankan polisi merupakan anak di bawah umur. Keduanya adalah, l VPL (14), warga Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang dan DHT (15), Pelajar SMP Adiyaksa Kupang yang juga warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Polisi juga mengamankan penadah bernama Ramli Syamsu (35), warga Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor honda beat warna hitam, dan satu bongkah emas hasil leburan dengan berat 13,45 gram.

Ikut pula diamankan tiga buah baju sweater warna biru, kuning dan hitam, satu buah timbangan digital dan satu buah helm bogo warna hitam.

Keduanya berhasil dilacak melalui kamera CCTV, ketika sedang beraksi dan nomor kendaraan bermotor yang dipakai kedua pelaku terekam.

Dari nomor kendaraan tersebut, polisi melacak alamat dan identitas pemilik sepeda motor yang diduga kuat sebagai sarana bagi kedua pelaku untuk melakukan aksi mereka.

Tim Buser memantau rumah diduga pelaku DHT di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Polisi pun memastikan kalau DHT terlibat dalam aksi jambret sesuai rekaman CCTV, sehingga polisi langsung mengamankan DHT saat berada di dalam rumahnya.

Kepada polisi DHT mengakui, ia sering melakukan aksi jambret bersama dengan VPL. Rupanya saat itu VPL sementara tidur di sofa di dalam rumah DHT, sehingga anggota Buser pun menangkap VPL beserta barang bukti lainnya, yang dibawa Tim Buser ke Mapolres Kupang Kota.

Dari VPL dan DHT terungkap keterlibatan Ramlih Syamsu sebagai penadah. Polisi kemudian mengamankan Ramlih dan barang emas hasil jambret VPL dan DHT.

VPL dan DHT juga mengaku, dalam setiap aksinya mereka selalu memakai jaket yang memiliki tutup kepala. Kedua pelaku selalu beraksi pada waktu subuh, antara pukul 04.00 Wita hingga pukul 07.00 Wita.

Targetnya adalah para wanita yang berjalan kaki dan memakai kalung emas. Kedua pelaku juga mengakui melakukan aksinya sudah sejak pertengahan bulan Februari 2022,hingga awal bulan April 2022.

Mereka beraksi di berbagai tempat, diantaranya di pasar Oebobo di Kelurahan Fatululi, sekitar Kelurahan Naikolan, Kelurahan Airnona dan belakang Hotel Ina Bo'i di Kelurahan Kelapa Lima.

Menurut Aiptu Morits Seran, sebagian besar hasil rampasan para pelaku tidak utuh, karena diambil secara paksa dari leher para korban. Setelah berhasil menjambret, kedua pelaku langsung menghubungi penadah Ramlih untuk melakukan transaksi jual beli.

"VPL sendiri diketahui merupakan resedivis kasus pencurian. VPL baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan Kupang pada bulan Januari 2022, dengan status bebas bersyarat," ungkapnya, Selasa (12/4).


Ca / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya