Bulan Purnama Stroberi 14 Juni, Hati-hati Air Laut Pasang


Sumber : Detik.com

Info.hallobanua.com - Langit akan kedatangan fenomena Bulan Purnama Stroberi (Full Strawberry Supermoon) 14 Juni 2022. Astronom mengingatkan untuk mengantisipasi bahaya air laut pasang.

"Sebagaimana halnya fase purnama maupun fase Bulan baru pada umummnya, Purnama Stroberi Super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya," kata peneliti antariksa BRIN Andi Pangerang seperti dikutip dari laman Edukasi Sains dan Antariksa BRIN.

Dijelaskan olehnya, pasang laut ini disebut juga sebagai pasang purnama. Ini karena konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan (atau Matahari-Bulan-Bumi) yang segaris dan mengakibatkan masing-masing gaya diferensial (gaya pasang surut) yang ditimbulkan oleh Bulan dan Matahari memiliki arah yang sama.

Arah pada gaya diferensial berjumlah sepasang, menghadap/searah dan membelakangi/berlawanan arah terhadap objek yang menimbulkan gaya tersebut.

Meskipun konfigurasi Bulan berlawanan arah dengan Matahari seperti ketika terjadi purnama, gaya diferensial yang sama inilah yang membuat resultan/total gaya diferensial yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan pasang perbani, yakni saat konfigurasi pada fase perbani/kwartis awal maupun akhir ketika Matahari-Bumi-Bulan membentuk sudut siku-siku atau 90 derajat.

Secara umum, gaya diferensial pasang purnama 27%-36% lebih besar dibandingkan saat pasang perbani (jika dibandingkan pada jarak yang sama). Konfigurasi ini juga diperkuat oleh Bulan yang mencapai titik terdekat Bumi saat Purnama Stroberi Super, dengan pertambahan gaya sekitar 25,5% dari gaya diferensial pada jarak rata-rata Bumi-Bulan.

"Dengan demikian, perlu diwaspadai pasang laut tertinggi saat 14 Juni dan diimabu bagi yang berprofesi sebagai nelayan untuk tidak melaut antara dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena ini, yakni antara 12-16 Juni," kata Andi.

Dia menambahkan, perhitungan ini semata-mata mempertimbangkan faktor astronomis dan belum termasuk pertimbangan gelombang laut akibat badai angin.



Kina / may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya